Unik, Klopp Mainkan Kiper Mereka Sebagai Striker

Juergen Klopp and Shamal GeorgeApabila kiper yang seharusnya bermain di bawah gawang tim sendiri, maka tak dengan untuk Shamal George. Kiper akademi dari Liverpool ini bermain di dalam titi putih lawan. Kenapa bisa?

Kisah Shamal tersebu terjadi usai Liverpool menjalani laga uji coba melawan Huddersfield Town, hari Kamis 21 Juli 2016 pagi tadi. Pertandingan yang dimenangi oleh kubu The Reds dengan skor telak 2-0 melalui gol yang dicetak Marko Grujic dengan ekseskusi pinalti yang berhasil di laksanakan dengan bagus oleh Alberto Moreno.

unutk laga ini, kubu Liverpool rupanya tidak membawa pemain penuh, hanya membawa total 18 pemain saja. Namun sialnya, usai 6 pemain cadangan mereka telah dimainkan di dalam pergantian babak, The Reds mesti melakukan pergantian ya lainnya untuk Lucas Leiva yang mengalami cidera pada menit ke-67.

Namun persoalan itu tersebut mulai menjadi sangat kacau sebab satu-satunya pemain yang tersisa ialah sorang penjaga gawang. Pemain itu ialah Shamal George. Padahal Leiva, pemain SBO ASIA 365 LIGA yang mesti diganti, dan merupakan salah satu pemain yang bermain di posisi sebagai seorang pemain tengah.

Mulanya sang pelatih Liverpool, Jurgen Klopp telah memecahkan strategi dengan menghabiskan sisa waktu dari 10 pemainnya. Tetapi kemduain itu Klopp diberitahukan untuk menurunkan Shamal menjadi pemain outfield dan pelatih dari Jerman itu pun menerima usulan itu tersebut.

Mereka memberitahu kepada saya di bangku cadangan, sesudah saya selesai mengatur sistem dengan 10 pemain. mereka mengatakan “Ayolah, kita masih memiliki Shamal,” ucap Klopp dalam situs resmi klub Liverpool.

Cedera yang dialami Lucas berarti kami harus menganti posisi untuk menjadi Shamal sebagai striker. Ia pun melakukannya dengan sangat menakjubkan dan kami bisa mencetak goal kedua.

Itu sangat agus, tetapi kami mesti bertahan dengan lebih dalam lagi dan itu berat sekali untuk semua pemain,” cetus pelatih berusia 49 tahun ini.

Shamal yang bergabung dengan The Reds pada tahun 2009 lalu. Penjaga gawang yang lahir pada 6 Januari 1998 itu kemudian menjadi penjaga gawang regular di U-18, sejak debutnya di tahun 2014/2015.

Ketika laga selesai, Shamal dengan cepat menapatkan sebuah canddan di media sosial, Ia mendapatkan satu foto yang sedang menampilkan dirinya tengah membawa gelar FIFA Ballon d’Or, yang dianggap dirinya memang lebih dekat sebagai seorang striker dibandingkan dengan kiper. Tentu saja bukan foto asli dirinya, melainkan hasil kelakukan iseng dari seseorang aja. Namun Shamal pun memposting ulang foto itu tersebut, yang kemudian mendapatkan total 825 tweet dan 1200 like.