Simpati Puyol Untuk Iker Casillas

Carles PuyolMantan pemain Barcelona, yakni Carles Puyol akhir angkat bicara hal terkait perseteruan pelatih timnas Spanyol, Vincete del Bosque bersama Iker Casillas. Menurut pendapat Puyol, seharusnya Casilas harus diberitahu terlebih dahulu kondisinya sejak awal.

Yang seperti sudah diberitakan sebelumnya, sang pelatih Del Bosque mengakui bahwa hubungan dia bersama Casillas tidaklah sangat baik. Arsitek yang telah meninggalkan tempatnya 365LIGA di La Furia Roja ini mengatakan bahwa sang pemain marah dengan dia, dan juga dengan staff pelatihnya itu.

Penjaga gawang dan juga sekaligus sang kapten tim nasional Spanyol ini sama sekali tak dimainkan sejak turnamen Piala Eropa 2016 dimulai. Dengan statusnya sebagai penjaga gawang nomor satu dalam timnasnya itu pun digantikan dengan kiper Manchester United, David de Gea, yang tak bisa dipungkiri bermain cukup impresif di dalam tim dan ia juga berhasil membawa klubnya menjuarai FA Cup di musim lalu.

Puyol total sudah membuat sebanyak 100 caps dengan timnas Spanyol. Eks kapten klub Barcelona ini hanya dapat memberikan simpati kepada rekan lamanya itu Casillas.

Aku hanya dapat berbicara sedikit saja tentang konflik antara Del Bosque dan Casillas, karena saya tak lagi di dalam skuad. Mereka yang sebetulnya membahas tentang masalah ini di dalam tim,” ungkap Puyol yang seperti dikutip oleh Marca.

Saya pikir sampai akhirnya orang-orang bakal mengingat moment-moment yang bagus yang sudah pernah mereka lewati bersama.

Memang tak mudah usai Anda sering bermain dan semntara itu anda tiba-tiba tak dapat banyak bermain di atas lapangan. Aku tak tahu tentang hal percakapan yang telah mereka lakukan. Tetapi apabila saya menjadi pelatih mereka, maka saya akan menjelaskan kepada mereka terlebih dahulu sebelum turnament dimulai dan juga memberikan penjelasan kepada mereka tentang situasi sekarang,” ucap Puyol.

Tak hanya bersama Casillas, sang pelatih pun kelihatannya berseteru terhadap Pedro Rodriguez. Pemain klub Chelsea ini terang-terangan mengatakan frustasinya sebab dirinya dibangkucadangkan terus oleh sang pelatih.

Aku bisa memahami perasaa mereka sekarang, memang ada sebuah moment usai Anda menjadi salah satu bagian yang penting untuk tim dan Anda juga telah memainkan banyak laga bersama timnas. Tetapi usai salah satu pemain muda tiba dengan energi yang sangat besar maka sangat sulit untuk bisa meminggirkan mereka dari tim utama,” nilai pemain yang sudah pensiun pada tahun 2014 yang lalu ini.