Sagna Kesal Dengan Kekalahan Yang Diraih Timnya

Bacary SagnaPerjalanan Manchester City dalam kompetisi Liga Champios akhirnya terhentikan oleh kubu AS Monaco sesudah mereka menelan kekalahan dengan skor tealk 1-3. Namun ada salah satu pemain dari The Citizens, yakni Bacary Sagna mengakui bahwa ada kelengahan Manchester City di dalam membendung tim tersubur di Eropa ini.

City harus menerima kekalahan dengan skor telak 1-3 dari kubu Monaco di dalam laga leg ke-2 16 besar Liga Champions di Stadium Louis II, 16 Maret 2017 pagi hari. Goal-goal yang dicipatkan oleh Kylian Mbappe, Tiemoue Bakayoko, dan Fabinho hanya bisa dibalas satu kali oleh The Citiznes melalui gol yang dicetak oleh Leroy Sane.

Hasil ini pun membuat agregat berakhir dengan 6-6 sesudah pada leg perdana Manchester City menang dengan skor 5-3. Tetapi, tim arahan pelatih Josep Pep Guardiola mesti tersisih lantaran mereka kalah agresivitas goal tandang CASINO ONLINE 365LIGA.

Kemasukan total 6 goal didalam dua pertandingan menjadi sebuah penyesalan yang sangat tinggi bagi Bacary Sagna. Pemain yang bermain di posisi full back ini sangat tahu bahwa lawan mereka itu tersebut merupakan salah satu team yang memiliki torehan sebanyak 82 goal di liga. Catatan yang paling tinggi dibandingkan dengan klub-klub atas di lima liga paling atas di kompetisi Eropa.

Kami sangat tahu bahwa mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi. Tim di Eropa yang mampu mencetak gol paling banyak. Kami juga tahu mereka memiliki banyak pemain yang sangat hebat dan berbahaya, tetapi kami kebobolan total 6 goal dari 2 pertandingan,” ucap Sagna kepada City TV.

Ini merupakan sebuah kekecewaan yang sangat besar bagi saya. Saya pikir kami telah lupa bermain di babak ke-1, kami lupa berupaya menjadi sebuah tim yang hebat dan juga dalam hal bertahan sebagai satu tim, kami pun lupa menekan lawan sebagai satu tim,” lanjut eks pemain Arsenal ini.

Kami semuanya terlalu menghormati mereka, dan melawan pemain-pemain seperti mereka ini. Kami menempatkan idir kami sendiri dalam hal yang sangat berbahaya,” tutup Sagna.