ROBBEN SEMAKIN TUA SEMAKIN BERKEMBANG

365liga

Matthias Sammer, Direktur Utama Olahraga Bayern Munich, menjadikan seorang pemain senior klub tersebut, Arjen Robben menjadi contoh pemain terbaik dalam tim tersebut, soalnya pemain asal tim nasional Belanda itu semakin berkembang walaupun usianya telah mencapai umur 30 tahun. Menurut Sammer, pemain berusia 30 tahun itu selalu saja memberikan kemampuan yang baik di dalam lapangan.

Pada musim ini, boleh dibilang dengan musim yang tertajam bagi Robben dalam sepanjang kariernya. Karena pemain asal Belanda tersebut sudah meraih 12 gol cuma dalam 18 kali pertandingan bersama Munchen dalam berbaga pertandingan. Padahal, posisi pemain tersebut adalah sebagai pemain gelandang sayap.

“Arjen Robben adalah contoh seorang pemain yang semakin tua dan bisa terus untuk semakin berkembang. Robben juga tak pernah puas dalam beberapa masa ini yang sudah dia capai pada beberapa musim sebelumya.” Ujar Sammer kepada LIGA JERMAN 365LIGA.

“Pada masa yang lalu, pemain berusia 30 tahun itu sering saja mencoba untuk melakukan berbagai trik dalam sebuah laga. Namun itu, saat ini masalah seperti itu sudah tidak sering dilakukannya. Robben menjadi lebih santai dan sabar untuk mengeluarkan skill atau trik tersebut apabila diperlukan oleh pemain itu.” Ungkap Direktur Olahraga Bayern Munchen.

“Ada lagi sebuah hal yang aku ingin katakan tentang Robben, demikian juga hal tersebut juga berlaku bagi Franck Ribery. Dalam berita dimana-mana kedua pemain tersebut dituduh oleh mereka tak pernah mengorbankan atau bekerja dengan keras untuk klub. Kata-kata seperti itu semuanya hanya omongan kosong, coba kita memperlihatkan kedua pemain tersebut sangat penting bagi Munchen.” Lanjut Sammer.

Robben dan Ribery adalah sebagai pemain yang senior atau termasuk kelas dunia tetap saja bisa mempertahankan kemampuan yang sangat bagus, namun juga tetap selalu bisa bermain untuk klub. Aku cuma bisa menyarankan kepada pesepakbola muda yang lain untuk bisa melihat permainan kedua pemain tersebut dan belajar dengan apa yang kedua pemain itu melakukan pada setiap gerakan atau pada saat latihan. Jadi untuk pemain muda harus belajar dari kedua pemain tersebut.” Kata Sammer.