Pujian Dari Mourinho Untuk Herrera Usai Laga Melawan City

andre-herreraAnder Herrera telah menjadi salah satu pemain yang bermain dengan sangat menonjol dalam pertandingan Manchester United menghadapi Manchester City. Dia pun dikatakan berhasil membawa MU menuju ke level yang sangat berbeda.

Pada saat melakoni laga babak ke-4 Piala Liga Inggris. kubu Manchester United berhasil meraih kemenangan dengan skor semata wayang 1-0 atas The Citizens. Juan Mata yang menjadi pencetak goal kemenangan MU yang dihelat di kandang MU, Old Trafford, pada hari Kamis 27 Oktober 2016 pagi hari tadi.

Goal itu pun merupakan sebuah umpan yang diberikan oleh Zlatan Ibrahimovic, tetapi Herrera yang juga berperan dari gol itu tersebut. Dia yang berada di sisi kotak penalti pada saat Zlatan mengirimkan umpan ke area tengah penalti, hingga menarik salah satu pemain Manchester City di area kotak penalti. Dengan begitu, Juan Mata mampu berdiri dengan posisi bebas memasukkan boal ke dalam gawang The Citizens.

Herrera yang tetlah dimainkan menjadi salah satu pemain tengah di posisi dobule pivot, pun menjadi pemain AGEN IBCBET ONLINE 365LIGA dengan total sentuhan paling banyak di perntaidngan The Red Devisl menghadapi City. Media Whoscored yang telah mencatat bahwa pemain asal Spanyol ini sebanyak 84 kali melakukan sentuhan. Dengan berdueat bersama Michael Carrick, ia menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna menjadi penyeimbangan bagi tim.

Dengan Paul Pogba dan Michael Carrick, Andre Herrera pun menjadi salah satu pemain yang paling banyak mendapatkan pujain dari pelatih Manchester United, yakni Jose Mourinho.

Kami kini mulai lebih percaya diri lagi selangkah demi selangkah, kami akan mulai optimis organisasi pertahanan kami. Kemudian dalam pertandingan babak kedua, khususnya untuk Carrick, Pogba dan Herrera, mereka pun telah meninggikan tempo permainan,” ujar Mou yang seperti dikutip dari situs resmi klub MU.

Mereka semua telah mulai melakukan pressing yang jauh lebih tinggi lagi dari yang sebelumnya. saya berpikir Herrera telah membawa tim ke dalam level yang lebih berbeda lagi di dalam hal pressing dan juga intensitas. Kemudian kami semaunya mulai mampu merebut bola kembali dari lawan kami dan membuatnya menjadi sebuah peluang yang berbahaya untuk musuh kami,” tutup mantan pelatih Chelsea ini.