Pengorbanan Antonio Conte dalam Kemenangan Timnas Italia

3365ligaconte

BANDAR TARUHAN BOLA PIALA EROPA 2016 – Tim nasional Italia menjalani duel atau laga perdana mereka dalam fase grup E Piala Eropa Perancis 2016 dengan meraih kemenangan atas timnas Belgia dengan skor 2-0, yang berlangsung di Lyon, pada 14 Juni 2016, hari selasa. Hasil tersebut juga memakan korban yang berupa dengan kondisi sang pelatih, yakni Antonio Conte.

Kemenangan atas timnas Belgia ini juga langsung membawa skuad Gli Azzurri menduduki puncak klasemen sementara di Grup E. Pelatih berusia 46 tahun tersebut menilai dengan keberhasilan yang diraih oleh para anak asuhannya ini juga menjungkalkan prediksi para publik nan meragukan timnas Italia bisa memukul tim dari sarat bintang timnas Belgia.

“Tidak ada nan pasti dalam sepakbola dan kita juga bisa membuktikan di dalam lapangan dengan penampilan para pemain masing-masing. Dalam kompetisi Piala Eropa 2016 ini, kita sangat membutuhkan kokompakan dari para pemain dan semua orang. Aku telah melihat dengan semua pemain dan staff kepelatihan di dalam skuad Gli Azzurri sangat senang dan bahagia.” Tutur Conte.

Bagi pelatih asal kota Lecce itu, kemenangan dalam laga perdana ini masih belum layak untuk dirayakan berlebihan. Sang pelatih meminta dengan pasukannya akan bisa tetap semangat untuk menghadapi semua tantangan yang akan datang nanti.

“Target kami sama seperti semula, terutama harus bisa lolos ke dalam babak perdelapan final Piala Eropa 2016 ini. Tim mesti bisa segera siap untuk menghadapi pertandingan selanjutnya ketika melawan dengan timnas Swedia lantaran memori dalam dua tahun yang lalu masih segar di dalam ingatan.” Ungkap pelatih berumur 46 tahun tersebut.

Memori nan dimaksud oleh Conte adalah kegagalan timnas Italia dalam ajang Piala Dunia tahun 2014 lalu. Ketika itu, mereka menjalani pertandingan pertama di Brazil dengan kemenangan yang sangat penting atas timnas Inggris dengan skor 2-1.

Namun itu, hasil tersebut juga diikuti oleh hasil negatif akibat dari kekalahan mereka atas timnas Uruguay dan Kostarika. Mereka pun terpaksa gagal untuk mendapatkan tiket lolos ke dalam babak perdelapan final. Sang pelatih tidak mau dengan mimpi buruk tersebut menyusul kemenangan mereka atas Belgia setelah laga pertama mereka di Perancis.

“Kami mesti bisa selalu tampil dengan baik dan luar biasa, serta kami juga ingin bisa terus membuat para publik Italia tetap bangga karena telah mendukung kami.” Ujar Conte.

Pelatih nan bakal mengasuh Chelsea ini mulai dari musim 2016-17 tersebut juga menyinggung dengan pengorbanan dirinya pada kemenangan tim. Dia tertangkap oleh kamera ketika mengalami pendarahan pada hidungnya saat benturan dengan staff dan pemainnya ketika merayakan gol yang disembahkan oleh Emanuele Giaccherini pada paruh pertama.