Kesempatan Baru Untuk Zabaleta Di City

Pablo ZabaletaPablo Zabaleta mesti mengambli sebuah keputusan yang sulit dalam musim ini. Keputusan yang telah diambilnya itu pun memberikan sebuah peluang untuk bisa menghidupkan lagi karirnya bersama Manchester City.

Kehadiran Pep Guardiola dengan status pelatih baru City pun telah membuat masa depan bek City ini dispekulasikan. Dengan umurnya yang telah menginjak 31 tahun ini. Zabaleta pun diduga tidak akan masuk dalam skuad utama Pep. dia bahkan dikatakan bakal hengkang ke klub AS Roma.

Apalagi Zabaleta yang pada musim lalu pun kehilangan tempat utamanya ditangan Manuel Pellegrini di posisi bek kanan The Citizens. Pemain internasional Argentina 365LIGA.COM ini pun terus dilandan dengan cedera yang dialaminya dan pada akhirnya kalah bersaing bersama Bacary Sagna.

Tetapi, tenaga Zabaleta pun masih dibutuhkan lagi oleh Guardiola. Pada saat Sagna yang mesti abses dikarenakan cedera pada hamstringnya. Zabaleta pun menjadi pemain pilihan utama sang pelatih di posisi kanan pertahanan City.

Apa yang telah dilalui oleh Zabaleta pada saat ini tidak terlepas dari pengorbanan yang telah dia lakukan. Dia mesti melalui peluang bermain di Copa America Centenario dengan timnas Argentina demi untuk menjalani operasi pada engkelnya.

Saya sudah bermaian selama lebih dari satu tahun dengan cedera engkel saya dan melewatinya dengan injeksi. Bila melihat ke belakang, mungkin saja melakukan injeksi bukan merupakan keputusan yang sangat tepat,” ucap Zabaleta yang telah kembali masuk dalam skuad Argentina untuk pertandingan menghadapi Venezuela dan Uruguay pada Kualifikasi Piala Dunia 2018.

Saya mesti mengatasi hal itu tersebut dan menjalani operasi dengan menghilangkan pengapuran yang sudah membatasi pergerakan bagi saya. SAya mesti tetap beristirahat selama waktu 3 tahun sesudah menjalani operasi dan saya telah menghabiskan musim panas dengan memulihkan cedera engkel saya dan kembali lagi ke puncak kebugaran saya,” tutur Zabaleta.

Saya pun harus melalui peluang bermain untuk timnas saya dalam ajang Copa America, yang di mana merupakan seubah keputusan yang paling sulit di dalam karir sepakbola saya,” jelasnya.

Butuh waktu selama 4 musim sampai kompetisi Copa America dilaksankan lagi, dan saya pada saat itu pun sudah berusia 35 tahun. Anda tidak akan pernah tahu, tetapi itu mungkin merupakan salah satu peluang terakhir saya. Tapi, saya sendiri merasa itu jauh lebih bagus dibandingkan sekarang dan tidak merasakan sakit apapun lagi,” ujarnya.

Dibawah besutan pelatih Josep Pep Guardiola, Zabaleta bukan hanya bermain diposisi bek kanan. Pada saat ini City mendominasi bola, dia pun diminta untuk bergerak ke posisi tengah dan menjadi soerang pemain tengah tambahan, untuk Zabaleta ini bukanlah sebuah hal yang baru.

Kami memiliki peran yang tidak sama pada musim ini. Kadang Anda bermain lebih ke posisi tengah dan menjadi sebuah bagian dari prosesnya membangun suatu serangan, kemudian dengan cepat kembali lagi ke posisi Anda yang sebenarnya usai kami sudah kehilangan bola,” ucapnya.

Saya bermain diposisi tengah dibawah arahan pelatih-pelatih City yang dulunya seperti Roberto Mancini dan Mark Hughes. Jadi, ini bukan termasuk sebuah hal yang baru lagi untuk saya,” ucap Zabaleta yang seperti dikutip dari Mirror.