Kekalahan Di Final Liga Champions Yang Belum Bisa Dilupakan Simeone

Diego SimeoneDua kali berhasil melaju ke babak final Liga Champions, dua kali pula kubu Atletico Madrid mesti menelan hasil buruk dari lawan yang sama persis yakni, Real Madrid. Arsitek Atletico Madrid , Diego Simeone kini masih sangat sulit melupakan hal itu tersebut.

Altetico Madrid bisa mencapai hingga final pertama kalinya yaitu di bawah kepelatihan Diego Simeone pada musim 2013-2014 sesudah mereka berhasil mengalahkan Barcelona pada babak semifinal IBCBET 365LIGA . Dalam pertandingan final yang dilaksanakn di Stadium Da Luz itu pun, Atletico Madrid suskes mengungguli kubu Los blancos terlebih dahulu dengan skor 1-0 melalui goal yang dicetak oleh Diego Godin pada babak pertama.

Trofi ‘Si Kuping Besar’ kelihatannya bakal diraih oleh Atletico Madrid hingga Sergio Ramos pada akhirnya membuyarkan seluruhnya melalui goal pada menit ke 93 yang juga memaksa pertandingan lanjut hingga babak penambahakan waktu. Atletico yang akhirnya pun kalah dengan skor telak 4-1.

Dua tahun berselang atau tepat pada musim yang lalu. Atletico kembali sukses melaju lagi ke babak final dan mereka kembali lagi bertemu dengan Real Madrid. Pada babak final yang dihelat di San Siro itu tersebut. Atletico dan Real Madrid bermain dengan skor seri selama 120 menit.

Padahal Atletico Madrid memiliki peluang yang sangat besar untuk menyamakan skor pada awal babak ke-2 tetapi penalti dari Antonie Giezmaan yang mengenai tiang pun tidak sukses membalikkan keadaan. Atletico Madrid lagi-lagi kembali mengigit jari sesudah kekalahan dalam drama lewat adu penalti.

Setiap kali saya mendengar anthem dari kompetisi tersebut, saya sering mearasakan sakit,” ucap Simeone terhadap Onda Cero.

Bagi saya final di San Siro meruapakan salah satu kegagaln yang besar. Bagi saya kegagalan tersebut adalah kegagalan yang tak dapat mencapai target dan saya memiliki target untuk meraih trofi Liga Champions. Tetapi sayangnya kami gagal dan itu pun membuat saya merasa sangat sakit hati,” lanjut Simeone.

Saya sangat tahu bahwa musim selanjutnya bakal lebih rumit lagi dan pada saat itu, sesaat sesudah kekalahan lewat adu penalti, saya tak tahu apakah itu cukup kuat untuk melatih tim ini,” tutupnya.

Musim ini Atletico Madrid telah berada di abak perempatfinal dengan melawan Leicester City. Kira-kira hingga di mana Atletico Madrid?