Guardiola: Saya Ke City Karena Ingin Keluar Dari Zona Nyaman

agen sbobetManajer Manchester City, Pep Guardiola saat ini tengah menghadapi ujian berat di musim pertamanya menjadi pelatih di kompetisi Inggris. Guardiola menyebutkan hal itu memang yang dicari untuk menjadi tantangan bagi dirinya sendiri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Guardiola adalah seorang pelatih berkualitas yang termasuk sebagai salah satu pelatih terbaik dunia dalam beberapa tahun belakangan ini. Serangkaian gelar yang berhasil ia raih bersama Barcelona maupun Bayern Munich menjadi bukti nyata.

Meski demikian, ada sejumlah pihak yang mengatakan Guardiola bisa meraih kesuksesan seperti saat ini karena dia selalu menangani tim-tim yang dinilai sudah sangat mumpuni dan relatif bersaing di ajang yang tidak kompetitif.

Sekarang Guardiola sedang menjalani petualangan barunya di kompetisi Premier League dengan melatih skuat The Citizens yang tengah berambisi besar untuk menjadi sebuah klub besar di kompetisi Inggris dan di level Eropa.

Kendati demikian, kinerja Guardiola hingga memasuki pertengahan musim ini dinilai masih jauh dari kata memuaskan, pasalnya penampilan City sejauh ini masih pasang surut. Itulah yang membuat penilaian buruk terhadap pelatih berusia 46 tahun itu semakin menguat.

Namun, Guardiola tidak pernah mempermasalhkan hal itu sebab dia sendiri pun tidak berpikir akan mencapai kesuksesan di tahun pertamanya. Juru taktik asal Spanyol itu mengatakan City membutuhkan waktu untuk bisa menjadi penguasa di kompetisi domestik maupun Eropa dibawah besutannya.

“Jika orang beropini bahwa Pep berada di klub ini dan akan membawa City menjadi juara. Tidak. Hal itu tidak semudah yang anda pikirkan,” tutur Guardiola seperti yang dikutip agen sbobet 365liga dari Soccerway.

“Banyak sekali hal yang perlu anda benahi dan kami tengah melakukannya. Tidak logis jika anda berpikir bahwa saya dapat merubah segalanya dalam waktu singkat,” lanjutnya.

“Saya masih harus belajar banyak hal di sini. Itulah alasan mengapa saya bergabung dengan klub ini karena saya ingin belajar. Kalau saya tidak berpikiran seperti itu maka saya lebih memilih bertahan di Barcelona. Apa yang saya lakukan sekaligus untuk membuktikan diri dan mengeluarkan saya dari zona yang nyaman. Itulah tujuan saya bergabung dengan Manchester City, untuk menghadapi tantangan baru dan sebagai ajang pembuktian diri,” ungkapnya.

“Di saat saya menjadi pelatih di klub ini, banyak orang berharap saya dan seluruh staff kepelatihan bisa meraih kesuksesan karena kami telah memenangi banyak gelar di klub-klub sebelumnya. Namun, di Barcelona adalah tempat dimana saya memainkan sepakbola terbaik beberapa tahun sebelumnya, lebih baik dibandingkan ketika kami meraih treble atau mengangkat enam trofi dalam setahun. Musim terakhir saya bersama Munich sepertinya lebih baik dari yang pertama. Di saat memasuki hari terakhir saya sebagai pelatih di klub ini, saya juga akan merasa lebih baik dibandingkan saat ini,” pungkasnya.