Guardiola Keluhkan Jadwal City Yang Sangat Padat

agen sbobet terpercayaPelatih Manchester City, Josep ‘Pep’ Guardiola kembali melontarkan keluhan atas padatnya jadwal laga tandang yang akan dilakoni tim besutannya. Guardiola menyebutkan wajar saja klub-klub asal kompetisi Premier League susah meraih prestasi di kancah Eropa.

Hal tersebut dilontarkan Guardiola setelah The Citizens mengalahkan Burnley 2-1 dalam laga lanjutan Premier League pekan ke 12 pada akhir pekan lalu. Pada laga tersebut City sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya mereka berhasil membalikkan keadaan melalui dua gol yang dicetak Sergio Aguero.

City melakoni pertandingan paling awal pada hari Sabtu lalu, yakni pada pukul 12.30 waktu setempat atau pukul 19.30 WIB. Pertandingan tersebut berlangsung hanya berjarak sekitar 36 jam setelah menjalani pertandingan Liga Champions melawan Borussia Moenchengladbach di Stadion im Borussia-Park, Kamis, 24 November 2016, dini hari WIB sebelumnya.

Setelah menghabiskan waktu perjalanan pulang yang cukup panjang dari Jerman, The Citizens hanya mempunyai waktu istirahat yang sangat singkat sebelum sang manajer menginstrusikan para pemainnya untuk kembali menjalani sesi latihan keesokan harinya.

Dengan jadwal padat yang harus dihadapi City pada bulan Desember mendatang, membuat Guardiola merasa heran mengapa otoritas sepakbola Inggris tidak membuat kebijakan dengan memberikan waktu liburan pada musim dingin nanti atau setidaknya memberikan sedikit kelonggaran jadwal.

Hal itulah disebut-sebut Guardiola menjadi alasan kuat mengapa klub-klub kompetisi Inggris saat ini kurang berprestasi di level Eropa, pasalnya terakhir kali tim asal Inggris, Chelsea berhasil tampil sebagai juara Liga Champions pada musim 2012-2013.

“Apa yang sedang terjadi dengan tim-tim asal Inggris dalam sepuluh tahun belakangan ini adalah masalah otoritas sepakbola Inggris. Anda seharusnya yang menganalisa hal ini, bukan saya,” ucap Guardiola dikutip agen sbobet terpercaya 365liga dari Soccerway.

“Burnley mendapat waktu satu pekan untuk menjalani latihan, mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan ini. Sedangkan anda hanya memiliki beberapa jam. Tidak mungkin anda bisa langsung membicarakan laga melawan Burnley setelah bermain di ajang Eropa. Para pemain harus diberi waktu istirahat,” lanjutnya.

“Bukan hanya tim kami, namun hal ini terjadi pada semua tim. Saya pikir bukan hanya saya satu-satunya pelatih yang mengeluh mengenai hal ini, saya sangat yakin. Semua telah terjadi. Hal apa yang dapat saya lakukan? Berkomunikasi dengan federasi? Tidak. Apakan mereka akan membuat kebijakan baru? Tidak.”

“Mereka telah menjadwalkan kami harus memulai pertandingan pada jam 12.30, kami harus menuruti keputusan itu, bermain pada jam 12.30. Anda harus dapat menerima kenyataan jika dikalahkan Burnley,” pungkasnya.