Fabregas Ingin Antonio Conte Lebih Cepat Tinggalkan Italia

365ligafabreagas

HASIL BOLA PIALA EROPA PERANCIS 2016 – Cesc Fabregas, gelandang andalan Chelsea, berharap dengan pelatih tim nasional Italia, yakni Antonio Conte, akan bisa lebih cepat untuk meninggalkan skuad Gli Azzuri dalam waktu nan singkat. Kendati begitu, pelatih berusia 46 tahun tersebut bisa lebih cepat untuk memulai kiprahnya ke Stadion Stamford Bridge.

Dalam ajang Piala Eropa Perancis 2016 ini memang menjadi sebuah turnamen nan terakhir bagi pelatih kebangsaan Italia itu bersama tim nasional Italia. Seusai itu, sang pelatih bakal hengkang dari Italia dan menuju berlabuh ke Stamford Bridge Stadium dengan kontraknya hingga dua musim.

Ketika ini, skuad asuhan Antonio Conte telah mencapai dalam babak perdelapan final Piala Eropa 2016, serta bakal melawan dengan tim juara bertahan, yaitu Spanyol, yang akan digelarkan di Stadion De France, pada 27 Juni 2016, hari senin yang akan datang nanti. Gelandang asal Spanyol itu pun mempunyai hasrat untuk mengalahkan timnas Italia demi untuk mempercepatkan start pelatih Conte bersama skuad The Blues.

“Aku berharap agar sang pelatih bisa segera untuk bergabung ke The Blues. Semoga, dirinya bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan barunya yang terhitung pada hari selasa yang akan datang nanti.” Ungkap Fabregas.

Sebelum laga ini, Conte dan Fabregas juga telah menjalani pertemuan yang singkat untuk bisa membahas masalah Chelsea. Dalam momen itu, sang gelandang mendapatkan sejumlah impresi yang sangat bagus.

“Cuma apa nan dia inginkan dan lakukan bersama The Blues, serta tuntutan kepada aku tetaplah sangat rahasia. Sebuah hal nan pasti, pelatih asal Italia ini adalah pelatih nan sangat hebat dan sebagai sosok juara.” Lanjut Fabregas.

Rentetan dalam hasil positif ini bersama timnas Italia akan menjadi sebuah modal bagi pelatih asal Italia itu bersama The Blues. saat menangani timnas Italia, Conte telah meraih 13 kali kemenangan, serta 6 kali hasil imbang dalam 23 kali pertandingan.

Sedangkan dalam ajang Piala Eropa, dia berhasil meraih dua kali kemenangan dalam tiga kali pertandingan di babak fase grup. Satu-satu kekalahan itu terjadi ketika mereka melawan dengan Republik Irlandia dalam laga pamungkas fase grup.